Selasa, 20 Januari 2009

Bodrexxxx Stress


Kerjaan numpuk, tugas seabrek, bos mencak-mencak, dikejar deadline, itu smua emang bikin kepala nyut-nyut deeh, alias streeees pusing tujuh keliling. Tapi, ya begitulah seorang pegawai, sering under pressure. lagian siapa suruh sih jadi bawahan. Mendingan jadi pengusaha alias the owner. Pasti enakan. Dah kerjaan kita yang ngatur, pegawai yg kita rekrut juga kita ngatur, waktu kerja juga kita yg ngatur, gaji pun kita juga yang ngatur. Enak khan..? Tinggal ngatur lho. “emang duitnya dari mana, mas?”. Hik hik… itu mah pikirin aja sendiri…



Bagi yang dah terlanjur jadi celana ato rok –bawahan maksudku– and

stress oleh tugas-tugas si bos yang seuWEmber, coba nih tip-tip untuk mengatasinya. Ni tip aku refer dari www.detik.com moga aje bermanfaat, ya biar beban kerja ga nendang banget. Soalnya kerasa kalo dah nendang, bisa ampe migran daah tuh….


1. Setiap hari menjelang pulang kantor, buatlah rencana kerja untuk esok harinya. Kalau perlu buatlah jadwal kerja selama satu minggu sekalian biar kita lebih mudah mengerjakannya.


2. Bila kita dah merasa lelah, berhentilah sejenak. Tarik nafas dalam-dalam. Jangan lupa dikeluarin, tapi jangan dari bawah, kasian meja sebelah. Hehe. Berjalanlah ke luar kantor. Bebaskan pikiran sementara. Biar plong. Saat kita dah merasa lebih fresh kembalilah bekerja. Kalo ga, bos bisa marah.


3. Tolaklah pekerjaan yang bukan tanggung jawab kita. Jika datang dari bos, negosiasikan bahwa pekerjaan sudah cukup menumpuk. Mungkin si bos punya solusi lain.


4. Isilah akhir pekan dengan kegiatan yang menyenangkan. Olahraga, memasak, nonton VCD, berkumpul bersama keluarga, jalan ma pacar, pokoknya suka-suka deh. Jangan ingat-ingat pekerjaan di kantor!


5. Manfaatkan jatah cuti sebaik mungkin. Bila kita merasa telah bekerja secara optimal selama beberapa bulan, jangan ragu ambil jatah cuti. Pergilah ke tempat favorit dan segarkan tubuh dan pikiran kita di sana.

Coba aja….. siapa tau berhasil.

Jumat, 16 Januari 2009

GaZA ToNiGht.....



Sudah lebih dari 20 hari Israel menggempur Kota Gaza kawan. Kita semua melihatnya sangat jelas betapa kaum zionis itu menghancurkan secara membabibuta apa saja yang dilihatnya. Tak peduli wanita, lansia bahkan anak-anak yang tak berdosa sedikit pun. Bukan hanya itu. Mereka pun telah menggunakan senjata berbahaya yang telah dilarang dunia internasional.




Inilah babak baru holocaust yang terjadi di abad modern. Bahkan real holocaust yang dilakukan oleh kaum yang menganggap dirinya adalah korban holocaust bangsa Aria Hitler.

Duuh di mana sih hati mereka? Ke mana rasa kemanusian yang dimilikinya? Atau apakah mereka bukanlah manusia, melainkan para monster utusan dajjal laknatullah

.


Ya Rabb, tabahkan hati mereka yang tertindas

Kuatkan para pejuang Hamas untuk melawan kedzaliman barbarian yahudi yang telah merebut tanah mereka.

Ooooo…. GaZA ToniGht..

We Will not Go Down… wahai ya yahuuud..


We Will Not Go Down


Sebuah spirit perjuangan oleh Michael Hearth

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night, without a fight

We will not go down
In Gaza tonight

(Download MP3 "We Will Not Go Down")

Kamis, 15 Januari 2009

Pokoknya Mah "In Spite Of..."


Pernahkah kita mengeluh dengan keterbatasan yang kita miliki? Kalau aku sih pernah… bahkan boleh dibilang sering. Sering banget malah. “duh kenapa seh, aku ga dikasih kekayaan kaya si Anu? Kalau aqu punya duit banyak, aq kan bisa nerusin kuliah S2 dan S3”, “Aduh…, kalau tinggi badanku di atas 170 cm mungkin aku sudah masuk sebuah BUMN bonafid”
Gitu deh… kayaknya ada aja yang harus dikambinghitamkan untuk membuat beribu keluhan. Padahal sepertinya tak ada cacat dalam tubuh dan mentalku. Bukankah itu lebih dari cukup….?
Nah… bagi yang suka mengeluh dengan keterbatasan yang dimiliki, coba deh bandingkan dengan orang-orang yang sukses di bawah ni….

Di Mexico nih katanya ada sebuah patung yang sangat indah dan diberi nama yang agak aneh, namanya "
In Spite Of..." artinya "Meskipun...(meskipun titik titk titik ^_^)". Nama ini tidaklah sesuai dengan bentuk dari patung tersebut. Nama in spite of diberikan masyarakat sana untuk menghormati si pemahat…

Pada saat proses pembuatan patung dan masih setengah jadi, si pemahat mengalami kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap pada tangan kanannya sehingga ia tidak bisa lagi menggunakan tangan kanannya untuk memahat dan menyelesaikan patung yang baru setengah jadi itu secara permanen.
Namun tekad dari si pemahat untuk menyelesaikan patung itu sangat besar. Dia terus melatih tangan kirinya untuk bisa memahat. Biar bisa semahir tangan kanannya. Dan akhirnya, ia pun mampu menyelesaikan patung itu sesempurna bila ia menggunakan tangan kanannya. Oleh karena itu masyarakat setempat memberi nama patung itu “
In Spite Of…”, “Meskipun…” untuk menghargai tekad yang luar biasa dari si pemahat.

Ya….gitu.
meskipun tidak lagi memiliki tangan kananya ia mampu membuat sebuah patung yang indah.

Meskipun buta, Stevie Wonder adalah pemusik yang melantunkan lagu "I Just Call To Say I Love You."

Meskipun tuli, Beethoven menjadi penggubah musik yang luar biasa.

Meskipun rhematik kronis menyerang tangannya, Renoir terus berkarya sebagai seorang pelukis.

Meskipun kehilangan fungsi tangan kanannya, si pemahat tetap menyelesaikan patungnya.

Soo…, ?

Kumaha atuh dengan kita? Apakah akan patah arang dengan hambatan yang dimiliki? Dengan keterbatasan yang dipunya…? Dengan hal-hal yang menghadapkan kita pada tembok besar yang membuat kita pesimis? Padahal mah kita memiliki segalanya daripada orang-orang di atas…

Jadii…

Meskipun buta, tuli, lumpuh, cacat, tua, berpenyakit tulang, sakit-sakitan, miskin, muda, sibuk, tak ada waktu, berpendidikan rendah, tidak sekolah,
drop-out, gemuk, kurus, tidak cantik, yatim-piatu dst. Setiap orang tetaplah memiliki kesempatan untuk mengatasi kesulitannya dan berprestasi, meraih kemenangan, meraih sukses serta meraih apa saja yang menjadi keinginannya.

Believe
Believe
Believe That we Have……..

Kamis, 08 Januari 2009

Break Your Border and Touch The Sky


Hari Selasa kemarin aq baca sebuah artikel tentang KUTU ANJING dari Andri Wongso. Lumayan menggugah hati dan spirit… Ya untuk menambah semangat ama motivasi hidupku…. Siapa tau berguna juga buat kalian…. So, keep reading.

Ceritanya begini. Anda tau kutu anjing kan? Yang belum tau ga usah bingung deh, aq juga ga tau tuh makhluk sperti apa persisnya. Yang jelas intinya bukan di situ. Point pentingnya adalah tentang kemampuan dari hewan yang satu ni….

Nah menurut Andri Wongso, ternyata KUTU ANJING mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya… wuui… itu sebuah lompatan yang hebat, kan..?

Tapi apa yang terjadi coba ketika kutu anjing itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak korek api barang satu ampe dua minggu..? Nah hasilnya (masih menurut Andri Wongso loo..^_^), si kutu anjing hanya mampu melompat setinggi dinding atap korek api….. ya ga lebih dari 2 ato 3 kali tubuhnya lah… itu kan menurun drastis 100 kali lipat.

Hmm…. (I was thinking: this is all about our mind)

Ketika kutu anjing berada di dalam korek api, ni kutu mencoba melompat tinggi tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus saja begitu, sampai akhirnya ia pun ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini”. Akh… akhirnya si kutu menyesuaikan lompatannya dengan tinggi kotak korek api. Aman…. Ia tidak terbentur. Saat itulah ia menjadi sangat yakin “Nah,, benar kan? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya

Pas dia dikeluarkan dari kotak korek api, apa yang terjadi coba…?

Si Kutu Anjing ternyata masih terus merasa bahwa kemampuan lompatan dia hanya sebatas tinggi kotak korek api. Ya, iya melompat ga tinggi-tinggi. Sang kutu terus saja hidup seperti itu sampai akhir hayatnya….. kehidupannya dibatasi oleh lingkungannya…

Glek…Glek…

I imagine….. bener juga ya……

Manusia kan jauh memiliki kemampuan ketimbang Kutu Anjing apalagi KUTU KUPRET….. wuih gada papanya lah…. karena manusia memiliki otak….

Cuma terkadang, manusia (ya,… aq sendiri sih..) pola pikirnya masih dibatasi oleh keadaan lingkungan…. Kita tidak percaya dengan kemampuan kita… karena kita terbelenggu oleh batasan-batasan yang ada di lingkungan kita. Sehingga kita pun menjadi pesimis untuk mendapatkan yang jauh lebih baik … to get our right better….

And now…., I believe that we can do better….

Yuuuukk… Break our border and touch the sky

Uuuh,… indah ya….